Sabtu, 08 Desember 2007

Baby Blue



Aku lihat bayi itu dilahirkan ibunya, dan suami si Ibu atau yang menjadi bapak si bayi sumringah riak gembira menyambut si bayi.
Bayi itu menangis sejadi-jadiny, seolah berteriak "saya tidak meminta tuk dilahirkan ke dunia ini, jadi tolong didik saya! Jika memang saya jadi orang baik maka saya akan merasa bersyukur telah dilahirkan dan jika saya jadi orang bejat tolong Tuhan maafkan saya, karena saya tidak pernah meminta untuk dilahirkan!"

si bayi berhenti menangis, kali ini si ibu dengan penuh kasih sayang menyusui sambil mengusap2 kepala si bayi, terlintas bayang oleh si ibu, "kelak engkau akan jadi dokter anakku atau jadi seorang programer dengan menciptakan program anti korupsi". Kira-kira begitu harapan si ibu dengan polos.

terlihat tenang sekali si bayi menetek, dalam pejam matanya, dia menggumam "aku sadar ya Tuhan, jika aku besar nanti entah jadi orang baik atau bejat dan aku mencintai seorang gadis seperti ibuku. Lalu aku menikahinya dan punya bayi seperti aku sekarang ini, dan aku pun berharap kepada anaku supaya menjadi anak soleh.
Tanpa meminta dan memohon kepada anakku supaya mau dilahirkan ke dunia".

si ibu tersibak haru dengan melihat anakny dan berjanji tak kan mensia-siakan anaknya, merawat dengan kasih sayang, memenuhi kebutuhanya, dan menyekolahkanya. Seperti kasih sayang yang telah diberikan oleh kedua orang tuanya atau nenek-kakek bayi ini.

si bayi dalam diamnya mulai sadar, "Tuhan, dari sekian banyak cayi (calon bayi) Engkau telah memilih aku, dengan catatan-catatan yang telah Engkau gariskan, dengan tanggung jawab dipundakku, dengan sebab akibat, pilihan, resiko dan nikmat dunia. Ada rahasia besar yang Engkau selipkan bersama kelahiran aku dan ada maksud besar kenapa Engkau pilih aku.

0 komentar:

Posting Komentar